Sosok perempuan yang identitasnya tidak pernah disepakati, dan rasi terluas di zodiak yang dilintasi Matahari selama 44 hari padahal tandanya cuma 30 hari.
Angka di atas milik rasi bintang Virgo, wilayah langit dengan batas resmi IAU. Tanda zodiak Virgo adalah potongan 30 derajat dari lingkaran ekliptika yang diikat ke musim. Dua hal itu tidak berimpit, dan penjelasannya ada di halaman utama zodiak.
Kalau Anda mencari siapa perempuan di rasi Virgo, jawabannya tergantung buku mana yang dibuka. Wikipedia mendaftar sedikitnya enam kandidat dalam satu bagian yang sama.
Astronomi Yunani awal mengaitkan rasi ini dengan Demeter, dewi gandum, pertanian, dan musim gugur. Orang Romawi mengaitkannya dengan Ceres. Ada juga pembacaan yang mengidentifikasinya sebagai dewi keadilan Iustitia atau Astraea yang memegang timbangan, timbangan yang sekarang berdiri sendiri sebagai rasi Libra. Mitos Yunani era klasik yang lebih belakangan menyebut Erigone, anak Icarius dari Athena, yang gantung diri karena duka setelah ayahnya dibunuh para gembala yang mabuk. Sosok lain yang dikaitkan adalah Persephone, dewi musim semi, anak Zeus dan Demeter yang menikahi Hades.
Lapisan yang lebih tua lagi ada di Babilonia. Dalam MUL.APIN sekitar abad ke-10 SM, sebagian rasi ini disebut “Alur”, mewakili dewi Shala dan bulir gandumnya. Hipparchus memakai dua rasi Babilonia untuk wilayah ini: “Alur” di sektor timur Virgo dan “Pelepah Erua” di sektor barat, yang digambarkan sebagai dewi memegang pelepah palem.
Nama bintang paling terangnya menyimpan lapisan tertua itu. Spica adalah bahasa Latin untuk bulir gandum, produk utama alur Mesopotamia, dan itulah sebabnya rasi ini terus dikaitkan dengan kesuburan lintas budaya.
Penafsiran kami, dan ini penafsiran bukan bunyi tradisi: daftar sifat Virgo yang beredar di media populer, yang biasanya berkisar pada ketelitian dan kerapian, tidak berasal dari satu pun sosok di atas. Demeter, Astraea, dan Erigone punya cerita yang sangat berbeda satu sama lain, dan tak satu pun bercerita tentang orang yang teliti.
Virgo terbentang 1.294 derajat persegi, rasi terbesar kedua di seluruh langit setelah Hydra, dan yang terbesar di antara rasi zodiak. Bintang paling terangnya Spica pada magnitudo 0,98.
Cara paling terkenal menemukannya adalah mengikuti lengkung gagang Bintang Biduk sampai ke Arcturus, lalu meneruskan lengkung yang sama sampai Spica.
Di dalamnya ada Gugus Virgo, kumpulan galaksi yang memuat Messier 87. Pada 10 April 2019, proyek Event Horizon Telescope merilis citra lubang hitam di pusat M87, citra langsung pertama sebuah lubang hitam. Massanya paling sedikit 7,2 miliar kali massa Matahari.
Karena Virgo begitu luas, Matahari butuh 44 hari untuk melintasinya, lebih lama daripada rasi zodiak mana pun. Dari 1990 sampai 2062, lintasan itu berlangsung dari 16 September sampai 30 Oktober.
Bandingkan dengan tanda Virgo, yang berjalan 23 Agustus sampai 22 September, kurang lebih 30 hari. Dua angka itu tidak saling bertentangan karena mengukur hal yang berbeda. Tanda adalah potongan 30 derajat yang sama besar dari lingkaran ekliptika. Rasi adalah wilayah langit dengan batas tidak sama besar yang ditetapkan IAU.
Ini contoh paling tajam kenapa pertanyaan “zodiak saya sebenarnya apa” tidak punya satu jawaban. Kalau yang dimaksud tanda, jawabannya dari tanggal. Kalau yang dimaksud rasi tempat Matahari benar-benar berada, jawabannya sering berbeda, dan untuk Virgo selisihnya paling lebar.
Salah satu pembacaan menyebut Virgo sebagai Astraea, dewi keadilan, yang memegang timbangan di tangannya. Timbangan itu kemudian dipisahkan jadi rasi tersendiri, yaitu Libra.
Jadi dua tanda berturutan di zodiak berasal dari satu gambar yang dibelah. Uraiannya ada di halaman Libra, dan itu bagian yang paling jarang diceritakan di daftar zodiak berbahasa Indonesia.
Tabel Liputan6 menempatkan Virgo pada elemen Tanah, modalitas Mutable, dengan Merkurius sebagai penguasa. Merkurius juga memegang Gemini, tanda Udara yang wataknya digambarkan jauh berbeda.
Sebagian astrolog modern mengusulkan Ceres sebagai penguasa Virgo. Wikipedia mencatat generasi astrolog yang pertama bertemu Ceres pada awal abad ke-19, sebelum benda itu diturunkan statusnya jadi asteroid pada pertengahan abad yang sama, memang menetapkannya sebagai penguasa Virgo. Status itu belum diputuskan sampai sekarang.
Daftar di bawah berisi dua tanda lain yang berbagi elemen yang sama dengan Virgo, yaitu Tanah. Tiga tanda satu elemen berjarak 120 derajat satu sama lain di lingkaran zodiak, dan aspek itu disebut trine. Aturan inilah satu-satunya dasar daftar ini.
Kami tidak menemukan sumber yang menetapkan daftar kecocokan zodiak yang baku. Yang ada adalah aturan geometri aspek, dan penerapannya berbeda antar penulis. Halaman ini menampilkan trine satu elemen karena itu yang bisa diterangkan asalnya, dan bukan karena pasangan lain dianggap tidak cocok.
Tidak ada jawaban tunggal. Sumber menyebut Demeter, Ceres, Iustitia, Astraea, Erigone, dan Persephone, ditambah lapisan Babilonia berupa dewi Shala dengan bulir gandumnya.
Karena Virgo rasi terluas di zodiak, 1.294 derajat persegi. Matahari melintasinya selama 44 hari, sementara tanda Virgo tetap kurang lebih 30 hari.
Dalam satu pembacaan, timbangan Libra adalah timbangan yang dulu dipegang Astraea, sosok yang juga dibaca sebagai Virgo. Libra baru berdiri sebagai rasi terpisah di masa Romawi.
Virgo salah satu halaman dengan bahan terbanyak, karena rasinya besar dan identitas sosoknya diperdebatkan sejak lama. Bagian yang paling tipis justru daftar wataknya, yang tidak bisa kami tarik ke satu pun sosok mitologisnya.
Watak zodiak tidak punya daftar resmi. Bunyinya berbeda antar sumber dan antar penulis, dan halaman ini menyajikannya sebagai warisan budaya, bukan sebagai keterangan yang benar tentang diri seseorang. Halaman ini tidak memuat ramalan kejadian, tidak memuat angka keberuntungan, dan tidak bisa dipakai untuk memperkirakan hasil undian.