Singa yang kehilangan seberkas bulu ekornya pada 1602, ketika Tycho Brahe memotongnya untuk membuat rasi baru.
Angka di atas milik rasi bintang Leo, wilayah langit dengan batas resmi IAU. Tanda zodiak Leo adalah potongan 30 derajat dari lingkaran ekliptika yang diikat ke musim. Dua hal itu tidak berimpit, dan penjelasannya ada di halaman utama zodiak.
Bagi orang Yunani, Leo adalah Singa Nemea yang dibunuh Heracles pada tugas pertama dari dua belas tugasnya. Singa itu kebal terhadap senjata, sehingga gada, pedang, dan tombak para prajurit tidak berguna melawannya.
Karena senjata tidak mempan, Heracles masuk ke gua dan bertarung jarak dekat dengan tangan kosong. Ketika singa menerkam, dia menangkapnya di udara, satu tangan memegang kaki depan dan satu tangan kaki belakang, lalu membengkokkan badannya sampai patah. Zeus mengabadikan tugas itu dengan menempatkan singanya di langit.
Sebelum versi Yunani, Babilonia sudah menyebut rasi ini UR.GU.LA, “Singa Besar”, dan menamai bintang Regulus sebagai “bintang yang berdiri di dada Singa”. Regulus juga sudah dikenal sebagai Bintang Raja jauh sebelum orang Romawi memberinya nama Latin yang berarti “raja kecil”.
Leo besar dan mudah dikenali. Luasnya 947 derajat persegi di peringkat ke-12, dengan sembilan bintang yang gampang dilihat mata telanjang dan empat di antaranya bermagnitudo satu atau dua.
Enam dari sembilan bintang itu membentuk asterisme bernama Sabit, yang bagi pengamat sekarang lebih mirip tanda tanya terbalik. Sabitnya disusun Epsilon, Mu, Zeta, Gamma, Eta, dan Alfa Leonis. Tiga bintang sisanya membentuk segitiga sama kaki, dengan Denebola sebagai ujung ekor. Nama Denebola sendiri berarti “ekor singa”.
Sekelompok bintang yang dulu membentuk seberkas bulu di ujung ekor singa dikeluarkan dari Leo oleh astronom modern, termasuk Tycho Brahe pada 1602, dan dipakai untuk membentuk rasi baru bernama Coma Berenices, atau Rambut Berenice.
Jadi batas rasi zodiak bukan warisan yang utuh sejak zaman kuno. Setidaknya satu tanda kehilangan bagian tubuhnya dalam sejarah yang tercatat, dan bintang yang sekarang berada di luar Leo dulu dihitung sebagai bagian dari singa.
Tabel Liputan6 menempatkan Leo pada elemen Api, modalitas Tetap, dengan Matahari sebagai penguasa. Leo satu-satunya tanda yang dipegang Matahari, sebagaimana Cancer satu-satunya yang dipegang Bulan.
Wikipedia menjelaskan susunan penguasa klasik berangkat dari urutan jarak benda langit dalam pandangan geosentris. Saturnus, yang paling jauh dan dianggap paling dingin, diberi Aquarius dan Capricorn, dua tanda yang berseberangan dengan Leo dan Cancer.
Daftar di bawah berisi dua tanda lain yang berbagi elemen yang sama dengan Leo, yaitu Api. Tiga tanda satu elemen berjarak 120 derajat satu sama lain di lingkaran zodiak, dan aspek itu disebut trine. Aturan inilah satu-satunya dasar daftar ini.
Kami tidak menemukan sumber yang menetapkan daftar kecocokan zodiak yang baku. Yang ada adalah aturan geometri aspek, dan penerapannya berbeda antar penulis. Halaman ini menampilkan trine satu elemen karena itu yang bisa diterangkan asalnya, dan bukan karena pasangan lain dianggap tidak cocok.
Enam bintang yang membentuk kepala dan dada singa, dan bagi pengamat sekarang bentuknya lebih mirip tanda tanya terbalik. Regulus berada di ujung bawahnya.
Ya. Berkas bintang di ujung ekornya dikeluarkan dan dijadikan rasi Coma Berenices, dengan Tycho Brahe pada 1602 termasuk yang melakukannya.
Halaman ini juga sengaja pendek. Sumber untuk Leo hampir seluruhnya sepakat, mitologinya diceritakan satu versi, dan tidak ada perselisihan tanggal yang bisa kami tunjukkan. Satu hal khas yang bisa disumberkan adalah pemotongan ekornya pada 1602.
Watak zodiak tidak punya daftar resmi. Bunyinya berbeda antar sumber dan antar penulis, dan halaman ini menyajikannya sebagai warisan budaya, bukan sebagai keterangan yang benar tentang diri seseorang. Halaman ini tidak memuat ramalan kejadian, tidak memuat angka keberuntungan, dan tidak bisa dipakai untuk memperkirakan hasil undian.