Dua belas shio Tionghoa berikut wataknya menurut sumber yang kami sebut namanya, batas tahun yang mengikuti Imlek, dan kecocokan antar shio. Tahun 2026 adalah Tahun Kuda Api, dan tahunnya baru mulai 17 Februari 2026, bukan 1 Januari.
Fokus pada satu prioritas hari ini. Hindari multitasking.
Ini kekeliruan yang paling sering terjadi dan paling gampang dihindari. Tahun kuda 2026 baru dimulai 17 Februari 2026 dan berakhir 5 Februari 2027. Sepanjang Januari sampai pertengahan Februari 2026, shio yang berjalan masih ular.
Akibatnya, siapa pun yang lahir di Januari atau awal Februari berpeluang punya shio tahun sebelumnya. Kelahiran 20 Januari 2020 bershio babi, bukan tikus, karena Imlek 2020 jatuh 25 Januari. Kalkulator mana pun yang menentukan shio cuma dari angka tahun akan salah untuk kelahiran di rentang ini, dan kalkulator semacam itu banyak.
Tabel tanggal di tiap halaman shio dihitung dari tabel lunar turunan Hong Kong Observatory, lalu dicocokkan dengan rentang yang dimuat China Highlights dan detikcom. Ketiganya sama sampai ke harinya.
Saat menulis ulang dua belas halaman ini, kami membandingkan rangkuman Kompas.com Skola dengan daftar watak yang dimuat detikcom. Untuk enam shio, keduanya sejalan. Untuk enam sisanya, keduanya menunjuk arah yang berbeda pada sifat yang sama. Kami tidak memilih diam-diam salah satu, dan perbedaannya ditulis di masing-masing halaman.
| SHIO | KOMPAS | DETIKCOM |
|---|---|---|
| Tikus | pandai mengelola kekayaan | boros, tidak bisa mengelola keuangan dengan baik |
| Kerbau | pekerja gigih, membajak tanpa mengeluh | tenang tetapi pemalu, lebih suka menyendiri |
| Naga | kekuasaan, keberuntungan, kebajikan | rajin, teliti dan cermat, sedikit boros |
| Ular | kebijaksanaan, misteri, introspeksi | supel dan humoris, suka tampil menarik |
| Kambing | kelembutan, kreativitas, harmoni | energik, kurang pandai mengendalikan diri |
| Babi | kemakmuran, ketenangan, menikmati hidup | ambisius, berwatak keras, materialistis |
Sumber: Kompas.com Skola, “12 Hewan dalam Zodiak Tionghoa dan Artinya” dan detikcom, “12 Urutan Shio beserta Tanggal Lahir dan Karakternya”.
Kaitan itu punya sejarah yang bisa ditunjuk. Kompas.com, dalam tulisan tentang aktivitas perjudian masyarakat Tionghoa di Batavia yang mengutip buku sejarawan Zeffry Alkatiri, mencatat permainan capjiki: pemain memilih satu dari dua belas gambar yang dipasang di warung, dan pemenangnya diumumkan malam itu atau besok paginya. Capjiki sendiri berarti dua belas.
Sisanya aritmetika biasa. Di situs ini, dua digit terakhir sebuah hasil diberi label shio lewat sisa bagi dua belas, dengan tikus di posisi pertama. Rumus yang sama dipakai tabel shio dan papan keluaran, jadi labelnya tidak pernah berbeda antar halaman. Sebagian tabel yang beredar di luar menggeser urutannya tiap Imlek, sehingga angkanya tidak akan sama dengan tabel kami. Tidak ada otoritas yang bisa menengahi, karena dua-duanya cuma konvensi penamaan.
Yang perlu jelas: rumus itu memberi nama pada angka yang sudah keluar. Dia tidak mengetahui dan tidak memperkirakan angka yang belum keluar. Rekap kemunculan label shio di hasil yang lampau ada di shio keluaran, dan itu catatan masa lalu.
Tabel kecocokan kami sempat mencantumkan kuda sebagai shio yang cocok dengan ular. Itu keliru. Pasangan enam harmoni ular adalah kera, sebagaimana lima pasangan lain di tabel yang sama sudah benar, dan kuda sendiri tidak pernah memuat ular di daftarnya. Sudah dibetulkan, dan penjelasan lengkapnya ada di halaman shio ular.