Pembawa air yang di Babilonia justru bermakna buruk, karena airnya berarti banjir. Penguasa modernnya baru ditambahkan setelah 1781.
Angka di atas milik rasi bintang Aquarius, wilayah langit dengan batas resmi IAU. Tanda zodiak Aquarius adalah potongan 30 derajat dari lingkaran ekliptika yang diikat ke musim. Dua hal itu tidak berimpit, dan penjelasannya ada di halaman utama zodiak.
Uraian populer soal Aquarius biasanya berkisar pada memberi dan mengalirkan sesuatu untuk orang banyak. Catatan Babilonia membacanya dengan nada yang berbeda.
Dalam katalog bintang Babilonia, Aquarius disebut GU.LA, “Yang Agung”, dan mewakili dewa Ea sendiri, yang biasa digambarkan memegang guci yang meluap. Wikipedia menambahkan bahwa Aquarius juga dikaitkan dengan banjir yang merusak, yang memang berulang dialami masyarakat Babilonia, dan karena itu konotasinya negatif.
Di Mesir kuno kaitannya justru sebaliknya. Aquarius dihubungkan dengan banjir tahunan Sungai Nil, dan tepian sungai dikatakan meluap ketika sang pembawa air memasukkan gucinya ke sungai, menandai datangnya musim semi. Air yang sama, dua penilaian yang berlawanan, dan bedanya cuma apakah banjirnya menyuburkan atau menghancurkan.
Dalam astronomi Babilonia lama, Ea adalah penguasa seperempat jalur Matahari yang paling selatan, yang disebut Jalan Ea, mencakup 45 hari di kedua sisi solstis musim dingin.
Versi Yunaninya bercabang. Aquarius kadang dikaitkan dengan Deucalion, anak Prometheus, yang membangun kapal bersama istrinya Pyrrha untuk selamat dari banjir besar. Keduanya berlayar sembilan hari sebelum terdampar di Gunung Parnassus.
Kaitan lain menyebut Ganymede, pemuda anak raja Troya bernama Tros, yang dibawa Zeus ke Olympus untuk jadi pembawa cawan para dewa. Rasi tetangga, Aquila, mewakili elang yang menyambarnya atas perintah Zeus, dan sebagian versi mengatakan elang itu Zeus sendiri yang menyamar. Ada juga tradisi yang menyebut dia dibawa oleh Eos.
Sosok ketiga adalah Cecrops I, raja Athena, yang mempersembahkan air alih-alih anggur kepada para dewa.
Ptolemaeus pada abad pertama membakukan penggambaran Barat lewat Almagest. Airnya digambarkan tercurah dalam aliran lebih dari 20 bintang yang berakhir di Fomalhaut, bintang yang sekarang sepenuhnya masuk ke rasi Piscis Austrinus.
Aquarius terbentang 980 derajat persegi, peringkat ke-10 dari 88, jadi luasnya jauh di atas rata-rata rasi zodiak. Bintang paling terangnya cuma Sadalsuud pada magnitudo 2,87, sehingga rasi seluas itu tidak mudah dikenali dari langit kota.
Letaknya di kawasan yang disebut Laut, bersama Cetus si paus, Pisces si ikan, dan Eridanus si sungai. Dalam astronomi Tionghoa, aliran air dari guci itu digambarkan sebagai “Tentara Yu-Lin”, pasukan bergerak ringan dari wilayah utara kekaisaran, dan jumlah bintangnya paling banyak di antara rasi Tionghoa mana pun, yaitu 45.
Penguasa klasik Aquarius adalah Saturnus, yang juga memegang Capricorn. Uranus baru ditemukan pada 1781, jauh setelah sistem klasik terbentuk, dan kesepakatan astrolog modern kemudian menetapkannya sebagai penguasa Aquarius.
Sebagian astrolog memakai sistem ganda: Uranus sebagai penguasa siang dan Saturnus sebagai penguasa malam. Liputan6 mengikuti pendekatan ganda itu dan menulis penguasa Aquarius sebagai “Uranus & Saturnus”.
Kalau Anda menemukan dua artikel yang menyebut penguasa Aquarius berbeda, dua-duanya bisa benar menurut sistem yang dipakainya. Yang keliru cuma kalau salah satunya disebut sebagai satu-satunya versi yang sah.
Tabel Liputan6 menempatkan Aquarius pada elemen Udara dan modalitas Tetap. Lambangnya berupa air yang tercurah, tapi elemennya Udara, dan ketidakcocokan ini sering bikin pembaca bingung.
Penjelasannya ada di cara membagi. Elemen diberikan menurut posisi tanda dalam siklus dua belas, dengan pola Api, Tanah, Udara, Air yang berulang tiga kali, sehingga tanda ke-11 selalu kebagian Udara. Lambang gambarnya diwarisi dari sumber yang jauh lebih tua dan tidak mengikuti pola itu.
Daftar di bawah berisi dua tanda lain yang berbagi elemen yang sama dengan Aquarius, yaitu Udara. Tiga tanda satu elemen berjarak 120 derajat satu sama lain di lingkaran zodiak, dan aspek itu disebut trine. Aturan inilah satu-satunya dasar daftar ini.
Kami tidak menemukan sumber yang menetapkan daftar kecocokan zodiak yang baku. Yang ada adalah aturan geometri aspek, dan penerapannya berbeda antar penulis. Halaman ini menampilkan trine satu elemen karena itu yang bisa diterangkan asalnya, dan bukan karena pasangan lain dianggap tidak cocok.
Karena elemen diberikan menurut posisi tanda dalam siklus dua belas, dengan pola Api, Tanah, Udara, Air yang berulang. Lambang pembawa airnya berasal dari tradisi Babilonia yang jauh lebih tua dan tidak mengikuti pembagian itu.
Sistem klasik memakai Saturnus. Uranus ditambahkan setelah ditemukan pada 1781, dan sebagian astrolog memakai keduanya sekaligus.
Bahan untuk Aquarius paling menarik di sisi Babilonia dan Mesir, karena dua kebudayaan itu menilai simbol yang sama dengan cara berlawanan. Sisi Yunaninya bercabang tiga dan tak satu pun dominan, jadi kami menulis ketiganya apa adanya.
Watak zodiak tidak punya daftar resmi. Bunyinya berbeda antar sumber dan antar penulis, dan halaman ini menyajikannya sebagai warisan budaya, bukan sebagai keterangan yang benar tentang diri seseorang. Halaman ini tidak memuat ramalan kejadian, tidak memuat angka keberuntungan, dan tidak bisa dipakai untuk memperkirakan hasil undian.